Menjaga Mutu Pendidikan di SD Negeri 1 Curahsuri

Pagi itu, suasana Sekolah Dasar Negeri 1 Curahsuri tampak sedikit berbeda. Para guru datang lebih awal, ruang kelas ditata rapi, dan kepala sekolah terlihat sibuk memeriksa administrasi pembelajaran. Hari itu, Korwil Pendidikan Kecamatan Jatibanteng dijadwalkan melakukan kunjungan pengawasan rutin.

Pengawasan dari Korwil sering kali dipahami sebagai kegiatan penilaian semata. Padahal, lebih dari itu, pengawasan merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah . Melalui kegiatan ini, Korwil hadir sebagai mitra sekolah, bukan sekadar pengawas.

Sekitar pukul 08:00 Pagi, Korwil tiba di sekolah dan disambut langsung oleh kepala sekolah beserta beberapa guru. Suasana yang awalnya tegang perlahan mencair ketika Korwil menyampaikan maksud kedatangannya dengan ramah. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat proses pembelajaran secara langsung, memberikan masukan, serta mendengarkan kendala yang dihadapi sekolah.

Setelah berbincang singkat di ruang kepala sekolah, Korwil mulai meninjau beberapa kelas. Ia masuk ke ruang kelas rendah dan kelas tinggi untuk mengamati proses belajar mengajar. Dengan penuh perhatian, Korwil memperhatikan metode pembelajaran, interaksi guru dan siswa, serta penggunaan media pembelajaran.

Di salah satu kelas, guru sedang mengajarkan materi tentang pecahan dengan menggunakan alat peraga sederhana. Siswa tampak antusias dan aktif menjawab pertanyaan. Korwil mencatat beberapa hal penting, baik kelebihan maupun hal-hal yang masih bisa ditingkatkan.

Pengawasan ini tidak dilakukan dengan cara menghakimi. Setelah pembelajaran selesai, Korwil berdiskusi santai dengan guru. Ia memberikan apresiasi atas kreativitas guru dalam mengajar, sekaligus menyarankan variasi metode agar semua siswa dapat lebih terlibat aktif.

Selain mengamati pembelajaran, Korwil juga memeriksa kelengkapan administrasi sekolah, seperti perangkat ajar, RPP, modul ajar, serta program kerja sekolah. Pemeriksaan ini dilakukan bersama kepala sekolah dan guru, sehingga tercipta suasana terbuka dan saling belajar.

Dalam sesi diskusi, guru-guru diberi kesempatan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan sarana prasarana hingga perbedaan kemampuan belajar siswa. Korwil mendengarkan dengan seksama dan memberikan solusi yang realistis serta motivasi agar para guru tetap semangat menjalankan tugasnya.

Kunjungan Korwil hari itu ditutup dengan refleksi bersama. Korwil menekankan bahwa pengawasan bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa proses pendidikan berjalan sesuai tujuan dan terus mengalami perbaikan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa. Pendidikan dasar adalah fondasi utama, sehingga kualitasnya harus benar-benar dijaga.