KEBERSAMAAN GURU DALAM MENGERJAKAN PMN

Kebersamaan Guru dalam Mengerjakan PMN di Sekolah Dasar

Pagi itu suasana ruang guru SD Negeri 1 Curahsuri terasa berbeda. Setelah bel berbunyi dan para siswa memasuki kelas masing-masing, para guru tidak langsung sibuk dengan urusan pribadi. Mereka berkumpul di ruang guru dengan membawa laptop, buku catatan, dan secangkir teh hangat. Hari itu adalah jadwal bersama untuk mengerjakan PMN.

Kepala sekolah membuka kegiatan dengan senyum hangat. Ia menyampaikan bahwa PMN bukan sekadar tugas administrasi, tetapi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Mendengar hal tersebut, para guru semakin bersemangat. Mereka menyadari bahwa keberhasilan PMN tidak bisa dicapai sendiri-sendiri, melainkan melalui kerja sama.

Dalam kelompok kecil, para guru saling berdiskusi. Guru kelas rendah berbagi pengalaman tentang kondisi belajar siswa, sementara guru kelas tinggi memberikan masukan berdasarkan praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Ada yang bertugas menginput data, ada pula yang memeriksa kelengkapan dokumen dan menyelaraskan hasil PMN dengan kondisi nyata di kelas.

Sesekali terdengar tawa kecil ketika terjadi perbedaan pendapat, namun semuanya diselesaikan dengan musyawarah. Justru dari diskusi itulah muncul ide-ide baru untuk memperbaiki strategi pembelajaran ke depan. Kebersamaan ini membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan bermakna.

Menjelang siang, sebagian besar PMN berhasil diselesaikan. Raut wajah lelah berubah menjadi lega dan bangga. Para guru menyadari bahwa melalui PMN, mereka tidak hanya menilai capaian sekolah, tetapi juga merefleksikan peran mereka sebagai pendidik.

Hari itu menjadi bukti bahwa kolaborasi guru adalah kunci kemajuan sekolah. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, PMN bukan lagi beban, melainkan langkah nyata menuju pendidikan dasar yang lebih baik.